Domino Resmi Jadi Olahraga Prestasi, Kaltim Bersiap Cetak Atlet Nasional
BALIKPAPAN – Pengurus Besar Federasi Olahraga Domino Nasional (PB ORADO) terus mengintensifkan sosialisasi olahraga domino ke berbagai daerah setelah resmi menjadi anggota Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat. Kalimantan Timur menjadi provinsi pertama yang dikunjungi dalam rangkaian safari nasional PB ORADO.
Ketua Bidang Hubungan Masyarakat (Humas) Pengurus Besar Olahraga Domino Indonesia (PB ORADO) periode 2026-2030 adalah Henry Kurnia Adhi atau yang lebih dikenal luas sebagai Jhon LBF, mengatakan kunjungannya ke Balikpapan pada selasa (23/6) merupakan bagian dari agenda konsolidasi organisasi sekaligus memperkuat pembinaan olahraga domino di daerah.
"Hari ini saya berada di Balikpapan dalam rangka safari PB ORADO ke seluruh Indonesia. Kalimantan Timur menjadi provinsi pertama yang kami kunjungi karena kami melihat animo masyarakat terhadap olahraga domino di daerah ini sangat besar," ujarnya.
Menurut Jhon, kunjungan tersebut juga menjadi momentum bertemu jajaran Pengurus Provinsi ORADO Kalimantan Timur untuk memperkuat sinergi pengembangan organisasi hingga tingkat kabupaten dan kota.
Ia menjelaskan, setelah resmi diterima sebagai anggota KONI Pusat pada 21 Mei 2026, PB ORADO memiliki tanggung jawab untuk memperkenalkan olahraga domino sebagai cabang olahraga prestasi kepada masyarakat di seluruh Indonesia.
"Status sebagai anggota KONI menjadi langkah besar bagi ORADO. Karena itu kami terus melakukan sosialisasi ke daerah agar masyarakat mengetahui bahwa domino kini sudah menjadi cabang olahraga resmi yang memiliki jenjang pembinaan atlet," katanya.
Dalam kunjungan ke Kalimantan Timur, PB ORADO juga menghadiri penyerahan Surat Keputusan (SK) kepengurusan sekaligus mendukung pelaksanaan turnamen domino yang digelar bersama Polres Paser dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80.
"Kegiatan ini menjadi langkah awal. Ke depan kegiatan serupa akan kami laksanakan di seluruh provinsi sebagai bagian dari pembinaan olahraga domino," ucapnya.
Jhon menambahkan, ORADO kini telah memiliki sistem pembinaan atlet mulai dari kategori junior hingga senior. Untuk kelompok junior, peserta berusia 14 hingga di bawah 18 tahun, sedangkan kategori senior diperuntukkan bagi atlet berusia 18 tahun ke atas.
Ia mencontohkan keberhasilan Kejuaraan Nasional Terbuka (Kejurnas) ORADO yang memperebutkan total hadiah mencapai Rp1 miliar. Pada kejuaraan tersebut, atlet junior asal Sulawesi Selatan berhasil menjadi juara, sementara kategori senior dimenangkan atlet dari Bangka Belitung.
"Artinya, sekarang masyarakat Kalimantan Timur juga memiliki kesempatan menjadi atlet nasional melalui olahraga domino. Jalurnya sudah jelas dan pembinaannya juga sudah tersedia," jelasnya.
Lebih jauh, Jhon menilai keberadaan ORADO tidak hanya berorientasi pada prestasi olahraga, tetapi juga memiliki dampak ekonomi yang cukup besar bagi masyarakat.
Menurutnya, setiap penyelenggaraan turnamen domino akan melibatkan berbagai sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), mulai dari produksi meja domino, batu domino, jersey, hingga pelaku usaha kuliner di sekitar lokasi pertandingan.
"Olahraga domino memiliki efek berganda terhadap ekonomi masyarakat. Setiap event pasti membutuhkan meja, batu domino, kaus pertandingan, konsumsi hingga berbagai kebutuhan lainnya. Ini menjadi peluang bagi pelaku UMKM untuk ikut berkembang," katanya.
Ia berharap kehadiran ORADO di Kalimantan Timur mampu mendorong lahirnya industri olahraga berbasis masyarakat yang memberikan manfaat ekonomi sekaligus melahirkan atlet-atlet berprestasi.
"Kami ingin masyarakat tidak hanya merasakan manfaat dari sisi olahraga, tetapi juga dari sisi ekonomi. Domino bisa menjadi bagian dari sport industry yang menggerakkan UMKM di daerah," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Pengurus Provinsi ORADO Kalimantan Timur H. Muh. Awaludin menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan sejumlah agenda pembinaan setelah menerima SK kepengurusan dari PB ORADO.
Usai kegiatan di Balikpapan, jajaran pengurus bersama PB ORADO melanjutkan kunjungan ke Kabupaten Paser untuk menghadiri Turnamen Kapolres Cup. Selanjutnya rombongan dijadwalkan bertolak ke Samarinda untuk mengikuti turnamen serupa yang digelar Polresta Samarinda.
"Agenda pertama kami adalah penyerahan SK kepengurusan. Setelah itu kami menuju Paser mengikuti Turnamen Kapolres Cup, kemudian dilanjutkan ke Samarinda untuk kegiatan yang sama," ujarnya.
Selain turnamen bersama kepolisian, Pengprov ORADO Kaltim juga telah menyusun sejumlah program sepanjang tahun, di antaranya turnamen dalam rangka Hari Adhyaksa bekerja sama dengan Kejaksaan serta kejuaraan khusus bagi pengemudi ojek online (ojol).
"Kami ingin ORADO benar-benar hadir di tengah masyarakat. Ke depan kami juga merancang turnamen khusus bagi komunitas ojek online sebagai bagian dari pembinaan sekaligus memperluas partisipasi masyarakat," katanya.
Pengprov ORADO Kaltim optimistis olahraga domino akan berkembang pesat di Benua Etam mengingat tingginya minat masyarakat terhadap permainan tersebut.
"Kami berharap seluruh pengurus bisa bersama-sama membesarkan ORADO di Kalimantan Timur, memperluas pembinaan atlet, sekaligus mengenalkan domino sebagai olahraga prestasi yang membanggakan daerah," pungkasnya.